perbedaan sastra lama dan sastra baru

Posted: 2 Oktober 2010 in Uncategorized

Sastra Lama Sastra lama adalah sastra yang berbentu lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan. Sastra lama masuk ke indonesia bersamaan dengan masuknya agama islam pada abad ke-13. Peninggalan sastra lama terlihat pada dua bait syair pada batu nisan seorang muslim di Minye Tujuh, Aceh. Ciri dari sastra lama yaitu :

– Anonim atau tidak ada nama pengarangnya

– Istanasentris (terikat pada kehidupan istana kerajaan)

– Tema karangan bersifat fantastis

– Karangan berbentuk tradisional

– Proses perkembangannya statis

– bahasa klise Contoh sastra lama : fabel, sage, mantra, gurindam, pantun, syair, dan lain-lain.

Sastra Baru Sastra baru adalah karya sastra yang telah dipengaruhi oleh karya sastra asing sehingga sudah tidak asli lagi. Ciri dari sastra baru yakni :

– Pengarang dikenal oleh masyarakat luas

– Bahasanya tidak klise

– Proses perkembangan dinamis

– tema karangan bersifat rasional

– bersifat modern / tidak tradisional

– masyarakat sentris (berkutat pada masalah kemasyarakatan) Contoh sastra baru : novel, biografi, cerpen, drama, soneta, dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s